Minggu, 13 November 2016

MEMBACA KRITIS

Kemampuan membaca sebagai salah satu paling penting dari kompetensi inti literasi merupakan keahlian kognitif linguistik yang kompleks. 
Membaca merupakan keterpaduan antar kemampuan yang berbeda-beda, tidak hanya memaksimalkan fungsi penglihatan, namun juga indra pendengaran dan gerak, serta kemampuan daya ingat yang umumnya bersifat jangka pendek (short term memory). 
Anwar Karim (2000: 41) dalam www.makmalpendidikan.net

Kemampuan membaca dan berbahasa (intelegensi verbal) akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran penguasaan berbagai mata pelajaran dan bahkan juga berhitung yang menggunakan bahasa (logika). Sehingga, kemampuan bahasa tersebut akan menunjang kemampuan berpikir anak dalam memecahkan masalah dengan cara berpikir logis.
Membaca merupakan sumber ilmu, membaca merupakan sumber pengetahuan, membaca merupakan jendela dunia, bahkan membaca (iqra') merupakan perintah pertama di dalam wahyu alqur'an. tahukah kalian membaca itu apa? Membaca berasal dari kata dasar baca yang artinya ialah  memahami arti dari sebuah tulisan. Membaca merupakan suatu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu maupun mendapatkan pengetahuan. Tanpa kita bisa membaca, seseorang bisa dikatakan tidak bisa hidup di zaman modern seperti sekarang ini. karena, hidup seseorang sangat bergantung pada ilmu dan juga pengetahuan yang dia punya. Agar kita  mendapatkan ilmu pengetahuan itu, salah satunya adalah dengan cara kita membaca.
Membaca kritis adalah : membaca suatu bacaan dengan teliti, penuh penghayatan , dan juga menganalisa dan mengevaluasi bacaan tersebut.
Langkah-Langkah Membaca Kritis:
ada beberapa cara untuk melakukan membaca kritis, diantaranya:

1. Melakukan Survei Pada Isi Buku.
Langkah awal yang harus dilakukan ialah dengan membaca terlebih dahulu bahan bacaan secara sepintas pada bagian-bagian tertentu saja. Tujuannya ialah untuk mendapatkan gambaran umum bacaan tersebut.

Bagian-bagian yang perlu diperhatikan dalam membaca kritis diantaranya :
· Paragraf awal, paragraf akhir dan juga beberapa paragraf di tengah.
· Bagian daftar isi, gambar-gambar, tabel dan grafik yang memiliki gambaran umum mengenai  bacaan tersebut.
· Soal-soal yang mungkin terdapat dalam bacaan tersebut.


2. Membuat Pertanyaan.
Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya akan muncul ketika kita melakukan survei. Jika tidak terdapat pertanyaan, usahakan untuk mencari apa yang kita tidak mengerti, minimal ada sebuah kata yang asing yang kita tidak tahu artinya dan beri tanda menggunakan stabilo atau alat lainnya pada kata atau kalimat yang kita tidak dimengerti tersebut.


3. Membaca.
Membaca merupakan langkah dominan didalam langkah-langkah membaca kritis ini. Membaca disini sebagai metode untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam proses survei bacaan. Bacalah dengan teliti dan juga seksama pada tiap paragraf, baca juga bagian demi bagian untuk menangkap kesimpulan dari tiap bagian bacaan. Usahakan jangan pindah bagian terlebih dahulu jika kita belum mengerti dan memahami bagian tersebut.
 
4. Evaluasi.
Evaluasi merupakan langkah dimana terdapat pertanyaan yang muncul, apakah kita sudah menguasai bahan? Yakinkanlah bahwa kita sudah memahami bahan bacaan tersebut atau belum. Jika belum, cobalah cari apa yang anda tidak mengerti dan temukan jawabannya.


5. Meninjau Ulang.
Meninjau ulang merupakan cara terakhir kita didalam melakukan membaca kritis. Cobalah kita menutup dulu bukunya, lalu pikirkan apa yang sudah kita dapatkan dari bacaan tersebut. Tuliskan hasil pikiran kita tersebut didalam selembar kertas, dan bandingkan tinjauan kita dengan apa yang terdapat pada buku bacaan.

Demikian beberapa hal dalam membaca kritis yang dapat saya sampaikan dan merupakan referensi dari beberapa artikel di internet, namun pada dasarnya membaca kritis dapat dilakukan mulai tingkat SD kelas 4-6 dan untuk tingkatan dasar kita masih menggunakan membaca pengenalan.

PARA PEJUANG LITERASI


Perjalanan WJLRC merupakan saat yang membahagiakan sekaligus menegangkan, karena semangat mulai turun dari peserta dan juga beberapa guru pembimbing, demikian juga guru perintis mulai merasa kesulitan dalam melangkah, semangat yang pada awalnya sangat kuat perlahan mulai turun dibayangi kegiatan mengajar yang semakin berat, materi belum tersampaikan dan masalah lain yang kadang ikut menghampiri.

Peranan kepala sekolah sangatlah diperlukan dalam tetap menyemangati guru dan juga peserta wjlrc, target buju yang tiga buah dengan susah payah dapat diselesaikan, walaupun ada juga beberapa anak peserta yang mulai kendor karena kurang diberi semangat, dengan kerja sama dan juga kekuatan bersama akhirnya semua dapat dilewati dengan baik.

Perjuangan selanjutnya adalah saat presentasi, beberapa anak mulai terlihat jenuh dan tidak berani tampil, namun dengan dorongan dan dukungan teman serta guru pembimbing dan perintis semangatnya timbul kembali.

Belum selesai perjuangan pada minggu terakhir saat akan menguplod hasil karya ada lagi gangguan di web, kami tetap berusaha mencari solusi dari beberapa grup wa dan juga berbagai medsos dan akhirnya pada saat akhir semua hasil karya siswa dan guru dapat diuplod sesuai waktunya.

Semoga pada saat bulan-bulan ke depan perjalanan WJLRC akan semakin mulus dan akan semakin meningkatkan gairah membaca para peserta dan dapat mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah sesuai dengan program yang telah dicanangkan, aamiin.

BULAN PERTAMA WJLRC


September 2016 merupakan awal pergerakan program WJLRC, awal yang berat untuk seluruh aktivisnya. di bulan inilah kegiatan membaca yang merupakan kegiatan nasional dalam rangka mensukseskan GLS (Gerakan Literasi Sekolah)
Persiapan-persiapan yang telah dilaksanakan beberapa bulan mulai dari awal diresmikannya Gerakan Literasi Sekolah, ditinjak lanjuti dengan WJLRC yang merupakan program lanjutan dari program Adelaide yang agak tersendat karena kurangnya gerakan dari para alumninya sehingga dirasa perlu untuk dikuatkan dengan WJLRC ini.
Workshop awal dari gerakan ini adalah dengan diadakannya workshop untuk penggerak di Lembang, setelah itu diperkuat lagi dengan workshop untuk perintis, 1.600 sekolah di Jawa barat terlibat dalam program mulia untuk memajukan literasi Indonesia yang sudah sangat memprihatinkan dengan data 0 buku pertahun dari siswa Indonesia.
Bulan September ini gerakan literasi dalam WJLRC memasuki tahap penentuan, bila sekolah dan seluruh warganya tidak mendukung maka mustahil gerakan ini dapat berhasil, perlu dukungan yang kuat serta perlu beberapa orang yang memang sanggup untuk menjalankan program ini dengan kerjasama dan kinerja yang baik pula.
Mulainya gerakan membaca dengan merekrut peserta bukan hal yang mudah, beberapa siswa mengundurkan diri dengan berbagaimacam alasan, beberpa penggerak dan perintis mulai mengemukakan alasan sehingga beberapa sekolah kemungkinan besar akan gagal dalam menyelesaikan tantangan WJLRC ini, sungguh sangat disayangkan, kesempatan besar dan baik ini terlewatkan dengan berbagai alasan yang sebenarnya dapat diatasi dengan tindakan yang dapat menyelamatkan program dari kegagalan. hal yang terberat berikutnya adalah masalah klasik buku dan perpustakaan yang tidak memadai, kurangnya buku menjadikan kegiatan ini bagai tersendat apalagi untuk daerah yang sangat jauh dari perpusda yang punya beberapa alternatif untuk penyediaan buku, bisa langsung meminjam ke perpusda ataupun perpusda akan mengirimkan buku pinjaman agar program ini dapat berjalan dengan baik.
Dukungan sekolah juga sangat diperlukan, dengan adanya gerakan ini sekolah akan dapat menggunakan anggaran sekolah yang dibiayai oleh Bantuan Operasional Sekolah, peran kepala sekolah dan bendahara bos akan sangat penting, tanpa dukungan kedua pejabat ini sangat berat untuk menjalankan WJLRC.
Membaca yang merupakan kegiatan mudah, dapat dilaksanakan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja adalah kegiatan yang mengasikkan sekaligus sangat bermanfaat, akan menjadikan seseorang mendapatkan ilmu baru dan memperluas wawasan berfikir, siswa dan guru yang punya hobi membaca akan lebih pintar dan akan mampu menjawab pertanyaan berkaitan dengan hal-hal baru ataupun tentang kejadian masa lalu yang pernah dibaca.
dalam bulan September 2016 ini sedah dijadwalkan 2 minggu untuk membaca beberapa buku, minggu ketiga akan mereview dan membuat laporan buku yang telah dibaca, minggu terakhir adalah waktu untuk melaporkan ke web literasi.jabarprov.go.id sebagai pertanggungjawaban perintis yang menerima tugas sebagai operator untuk melaporkannya ke web, untuk minggu ke satu sampai minggu ketiga perlu pemantauan dan motivasi dari perintis dan pembimbing setelah hasil karya selesai maka tugas perintis memasukkan laporannya ke web juga bukan hal yang mudah karena diperlukan jaringan internet yang handal serta kesabaran pengupload untuk menunggu dan memeriksa kembali satu persatu laporannya, belum lagi gangguan hacker dan berbagai macam gangguan seperti mati lampu dan sebagainya, namun semuanya akan dapat diselesaikan walau harus dengan kerja keras dan kesabaran.
Semoga setelah bulan pertama ini akan ada evaluasi kegiatan yang sedang dilakukan monev yang bukan untuk mencari kesalahan tapi membantu memberikan saran serta motivasi baru agar kegiatan WJLRC ini dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.
Tetap semangat melangkah wahai pejuang WJLRC, jalan masih panjang dan masa depan cerah menanti generasi yang sedang kita perjuangkan, semoga Allah meridhoi langkah kita semua, aamiin ya robbal aalamiin.

PRINSIP-PRINSIP MEMILIH MEDIA PEMBELAJARAN


Mengutip Heinich yang dikutip oleh Sugyar dkk (2009), mengemukakan model perencanaan penggunaan media yang ke dalam 5 garis besar :

1.Analisa kelompok sasaran
2.Merumuskan tujuan pembelajaran
3.Manajemen kelas
4.Interaktif
5.Adanya evaluasi

media pembelajaran efektif, maka kita harus merencanakannya dengan mempertimbangkan 5 hal di atas

1.       Kelompok sasaran, kita harus analisa siswa yang akan kita ajar berdasarkan jenjang pendidikannya, jenis kelamin, gaya belajar, pengetahuan dasar, keterampilan dan sikap siswa Siswa SD kelas 1 pasti akan beda kebutuhannya dengan siswa kelas 4 Kesukaan mainan atau topik pembicaraan siswa perempuan dan laki-laki ada perbedaan Gaya belajar, ada yang kinestetik, auditori dan ada yg visual pengetahuan dasar juga sangat mempengaruhi, siswa yg akan kita ajari tentang pembagian. Jika siswa tersebut sudah faham perkalian maka akan lebih mudah memberikan pemahaman ketimbang yg belum faham

2.       Tujuan pembelajaran, dalam membuat media pembelajaran pastikan agar tujuan pembelajaran yg dijabarkan dalam bentuk indikator tercapai

3.       Manajemen kelas, dalam membuat media jg kita perlu pertimbangkan bagaimana penggunaannya di ruang memadai. termasuk jika kita membuat media pembelajaran digital, pastikan ada LCD, screen, listrik, dsb

4.        Interaktif, penggunaan media di kelas harus mampu mendorong siswa untuk memberikan respons dan umpan balik

5.       Evaluasi, untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian siswa akan tujuan pembelajaran dan kefektifan media atau cara mengajar guru, maka perlu dievaluasi

 Prinsip pemilihan media pembelajaran, faktor yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut ini :
1.       Dana, fasilitas, Peralatan,waktu dan sumber daya
2.        Persyaratan isi
3.        Kemampuan awal siswa
4.        Kesenangan / selera siswa
5.        Respon/umpan balik
6.       media sekunder

Dana , fasilitas dan peralatan, sebaiknya keluarkan dana seminim mungkin atau gunakan barang bekas atau manfaatkan sumber alam di sekitar kita

Persyaratan isi, kita perhatikan apakah indikator/tujuan pembelajaran merupakan hafalan, penerapan, keterampilan, penalaran, hubungan - hubungan atau pemikiran tinggi

Kemampuan awal siswa sebagaimna sudah dijelaskan di atas, pengetahuan awal siswa sangat mempengaruhi pemahaman siswa dalam pembelajaran berikutnya

Media sekunder, alias media cadangan. Biasanya pembelajaran akan berhasil jika kita menggunakan media yg beragam, mengingat siswa juga memiliki ragam gaya belajar

Prinsip memilih media pembelajaran ala Komed yaitu prinsip ACTTION

A = Acces : Alat dan bahan mudah ditemukan, media pembelajaran mudah digunakan, disimpan dan dipindahkan
C = Cost : Menyangkut dana, sumber daya dan waktu. Harus seminimal mungkin

T = Target : (sasaran) sudah dijelaskan pd poin di atas

T = Technology, ketersediaan peralatan, keterampilan menggunakan teknologi, dsb

I = Interaktif

O = Organization, perencanaan, sesuai tujuan, manajemen kelas

N = Novelty, kebaruan
Sesuai dengan selera anak zaman sekarang, kalau mereka lagi suka pokemon bisa gunakan tokoh itu untuk visualiasi

Sedangkan 4 tahap yg dilakukan dalam membuat media pembelajaran adalah

1.       Perencanaan
2.       Pembuatan
3.       Penggunaan

4.       Evaluasi

Kamis, 29 September 2016

Peran Masyarakat Dalam Literasi

Literasi adalah suatu kebutuhn yang sudah tak bisa lagi dipungkiri, dengan literasi maka negara kita akan dapat kembali menjadi negara yang dapat bersaing dalam perkembangan teknologi dunia, semua ilmu pengetahuan berdasarkan tulisan yang dibuat oleh para ahli di bidangnya, tinggal kita yang harus dapat memanfaatkannya dengan baik dan memberikan yang terbaik untuk negara Indonesia ini.
Mayarakat yang gemar membaca dapat kita lihat dari kesehariannya, setiap waktu, tempat dan kesempatan pasti akan kita lihat orang sedang membaca, apapun yang dibaca akan meningkatkan kemampuan berfikirnya dan juga kemampuan lain sesuai dengan apa yang dibacanya. dapat kita lihat di negara tetangga kita yang terdekat Singapura, tingkat membaca masyarakatnya sangat tinggi, kemampuan membaca siswa mulai dari elementay school sampai university sangat tinggi, banyak sekali buku yang terbit di sana, jangan ditanya lagi kalau Jepang sebagai negara yang sangat maju teknologinya, membaca sudah merupakan denyut kehidupan masyarakatnya, setiap saat, dimanapun kita akan temui orang sedang membaca, di kereta antar ota atau kereta lokal, bus, taman, bahkan tempat seperti restoran merupakan tempat yang menyenangkan untuk membaca, jangan ditanya lagi untuk perpustakaan mereka, perpustakaan merupakan tempat yang paling menyenangkan untuk semua orang yang ingin membaca dengan tenang, moderen dan nyaman.
Perkembangan ilmu pengetahuan awalnya sangat sulit karena semua buku ditulis dengan tangan ahlinya, maka terbatas sekali orang yang dapat membaca, setelah Johannes Guttenberg menemukan mesin cetak maka buku dengan cepat dapat dicetak dalam jumlah banyak, sampai detik ini bila kita lihat setiap hari akan terbit ribuan buku di seluruh dunia.
Masyarakat sebagai tempat dimana individu memulai segala aktifitasnya merupakan komponen yang sangat penting dalam literasi, karena masyarakat yang sudah mempunyai kebiasaan membaca akan mengimbas kepada lingkungannya, secara umum bila ada gerombolan anak atau orang dewasa berkumpul dan ada yang sedang membaca buku maka akan mengakibatkan temannya akan bertanya, sedang membaca buku apa? bila ia tertarik maka akan berusaha untuk meminjamnya, Disinilah diperlukan adanya taman bacaan di lingkungan masyarakat, yang diperlukan adanya motivator yang dapat menggerakkan masyarakat untuk dapat mengumpulkan bacaan dan saranyanya agar membaca dapat menjadi suatu kebutuhan yang bila ditinggalkan maka hidup akan terasa ada yang kurangm sehinga lama kelamaan membaca akan menjadi suatu kebutuhan bersama dan akan meningkatkan juga kemampuan untuk menulis dan berbicara, semoga.
Demikianlah peranan masyarakat dalam gerakan literasi, dibutuhkan dorongan dan bantuan agar kegiatan literasi di suatu daerah akan membudaya dan menjadikan literasi Indonesia semakin meningkat dan makin menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan begitu saja.

Jumat, 23 September 2016

INDIGO

*Disarikan dari beberapa artikel di internet.

Tidak selamanya keistimewaan dapat diterima oleh setiap individu apalagi bagi anak-anak yang memiliki keistimewaan panca indera atau lebih dikenal dengan anak indigo. Kesulitan adaptasi dengan kelebihan yang dimilikinya seringkali membuat anda kesulitan dalam memahami mereka. Adapula yang menyebutkan bahwa anak indigoadalah mereka yang memiliki kemampuan di luar batas anak normal lainnya. Sehingga dalam beberapa kasus ditemukan anak yang tumbuh di keluarga dengan menggunakan bahasa indonesia justru sangat fasih dalam menggunakan bahasa asing (inggris) pada awal mula dia bisa berbicara tanpa ada yang memberikan pengajaran khusus. Anak indigo dipopulerkan oleh penemuan Nancy Ann Tappe dalam sebuah buku yang menemukan adanya warna aura manusia yang dihubungkan dengan kepribadian. Seorang konselor di Amerika Serikat ini menemukan adanya warna indigo atau nila, pencampuran antara warna biru dan ungu yang biasanya dimiliki oleh orang dewasa ditemukan pada anak-anak. Tidak semua orang tau bahwa setiap anak indigo memberikan ciri ciri dalam kehidupan,

Berikut adalah ciri ciri anak indigo berdasarkan fisik dan psikologis :

1.  Memiliki jiwa yang tua

Anak indigo memiliki jiwa yang cenderung lebih tua dibanding dengan usia sebayanya. Sebagian dari mereka ada yang menunjukan pertumbuhan jiwa di usianya yang masih bayi dalam memahami kemampuan berfikir, memahami benda-benda dan karakter orang dewasa. Bahkan perkembangan jiwa yang tumbuh cepat mempengaruhi pertumbuhan fisik seperti tumbuhnya gigi  dan kemampuan motorik yang lebih cepat dibandingkan dengan keadaan normalnya.

2.  Bentuk kepala yang memiliki ciri khas

Bentuk fisik yang mungkin anda lihat adalah kepala yang sedikit besar dari anak seusinya terutama terlihat jelas pada bagian lingkar kepala, dahi dan kening yang lebih lebar. Kuantitas otaknya lebih besar dikarenakan mempunyai kemampuan dalam menganalisi panca inderannya.

3.  Bentuk daun telinga

Anak indigo dapat dilihat dari daun telinga yang memiliki perbedaan ketimbang anak lainnya seperti bentuknya yang sedikit keluar dari kepalanya, telinganya lebih memanjang di bagian ujung atas dan menekuk bagian cuping bawahnya. Hal ini terjadinya karena kepekaan dalam pendengarannya di atas normal.

4.  Mata yang lebih tajam

Anak indigo memiliki tatapan mata yang tajam dan dalam apalagi di bagian pupil lebih besar dibanding dengan anak normalnya, sehinga terkesan memilii sedikit ruang warna putih. Dengan mata yang tajam seperti ini anak indigo memiliki kemampuan supranatural dalam melihat dimensi-dimensi lain yang tidak kasat mata.

5.  Tanda kelahiran

Pada anak anak indigo sering kali ditemukan tanda-tanda kelahiran yang aneh seperti yang terdapat di dahi, atau kedua matanya. Warna tanda kelahiran anak indigo biasanya cukup jelas seperti warna lebam, bekas pukulan.

6.  Bagian tubuh yang sakit

Dalam beberapa kasus anak yang mempunyai keistimewaan ditemukan pernah mengalami sakit kepala yang tidak tertahankan kemudian lambung yang melemah. Hal ini dikarenakan adanya stress dalam berpikir yang keras yang tidak dikehendaki sehingga memerlukan energi yang besar. Sedangkan lambung yang lemah dikarenakan produksi asam lambung yang meningkat ketika anak indigo stress.

7.  Kepribadian emosional

Anak indigo memiliki empati yang tinggi disebakan karena kepekaan yang berlebih pada lingkungannya. Anak indigo juga memiliki rasa marah yang mendesak sehingga menjadi semangat dalam memperbaiki keadaannya. Terkadang anak indigo mendengar suara yang diluar batas kemampuanyya sehingga menjadikan dirinya pribadi yang berubah-ubah.

Demikian beberapa ciri tapi tidak dapat dijadikan pegangan, karena ini hanya berdasarkan pengamatan bukan dari hasil penelitian.

Semoga manfaat

TIPS MEMBACA CEPAT

Kemampuan membaca dapat ditingkatkan dengan latihan, latihan ini dilakukan sesering mungkin dan otomatis akan meningkatkan kemampuan membaca seseorang. Teknik paling umum adalah membaca keseluruhan isi buku tanpa memilih, namun akan timbul kesulitan bila kita hanya punya sedikit waktu, misalkan batas waktu untuk membuat ptk, skripsi, tesis atau desertasi,  untuk itu diperlukan teknik khusus.
Berikutnya adalah jenis buku yang akan dibaca, ada beberapa buku yang perlu dibaca keseluruhan dan ada buku yang hanya diperlukan beberapa bagian saja, buku jenis lainnya misalkan komik atau novel tidak bisa dibaca sebagian saja, harus dibaca keseluruhan agak kita dapat memahami isi dan manfaatnya.
Agar tidak meluas, kita akan fokuskan membaca cepat buku yang berkaitan dengan pembelajaran, membaca buku seperti ini tidak perlu keseluruhan, beberapa bagian saja yg dinilai penting dan akan digunakan dalam pembelajaran, cara yg termudah adalah :
  1. Lihat dan pilih buku yang sesuai dengan kebutuhan kita
  2. Cari tempat yang nyaman dan kondusif serta tenang, usahakan pilih waktu yg tidak mendekati waktu sholat atau ibadah.
  3. Duduk dengan rileks dan santai
  4. Hindari alat komunikasi atau televisi atau apapun, terutama medsos.
  5. Siapkan makanan dan minuman ringan agar saat diperlukan tidak perlu repot, juga alat tulis bila diperlukan
  6. Jika sudah siap mulailah dengan doa
  7. Baca ringkasan buku, ada di bagian sampul belakang dan bagian kata pengantar.
  8. Lihat dan baca daftar isi keseluruhan, pilih dan tandai bagian yang akan dibaca
  9. Baca bagian yg diperlukan, bila ada yg penting beri tanda dengan stabillo,  tapi kalau bukunya hasil pinjam jangan di kotori, catat di buku atau catatan khusus untuk buku tersebut. 
  10. Baca kalimat perkalimat dan usahakan tidak maju mundur dalam membaca, maksudnya membaca terus tanpa mengulang-ulang bacaan yg telah dibaca, karena kita bukan menghapalkan.
  11. Fokus mata ada di tengah buku, yg bergerak adalah bola mata kita bukan kepala apalagi buku yg bergerak.
  12. Buat kesimpulan singkat perbagian yg telah dibaca
  13. Cari referensi lain bila ternyata ada hal yg tidak ditemukan dalam buku yang telah dibaca. 
Itulah beberapa tips tentang membaca cepat semoga dapat memberikan manfaat.