Google+ Badge

Jumat, 12 Agustus 2016

WJLRC ( West Java Leader Reading Challange)

WJLRC (West Java Leader Reading Challange) tahun 2016 akan diikuti oleh 600 SD dan 700 SMP se Jawa Barat selama 10 bulan dengan target membaca dan mereview minimal 24 buku/10 bulan.

Kegiatan WJLRC


  1. Membentuk komunitas siswa membaca diluar jam pelajaran dgn bimbingan guru, 1 kel 5 org, 1 guru membimbing 2-8 kelompok
  2. Peserta siswa kls IV s.d XII
  3. Membaca 2 buah buku pd minggu ke 1 dan 2
  4. Pd minggu ke 3 : siswa menceritakan 2 buku yg sudah dibacanya
  5. Minggu ke 4: siswa membuat review buku yang sudah d bacanya


Penghargaan yang bisa diperoleh

Siswa yg berhasil mereview 24 buku akan mendapatkan medali dan sertifikat Pioner WJLRC

Guru Pembimbing : Mendapatkan sertifikat 84 Jam Pelatihan dan Penerapan Pend.Literasi yg ditandatangani Kadisdik Prov ( Min 80% siswa bimbingannya berhasil mencapai tantangan)

Sekolah : Mendapatkan piagam gubernur sebagai sekolah inspiratif.

Indikator keberhasilan Program


  1. Membaca menjadi aktivitas keseharian seluruh warga
  2. Terbentuknya komunitas membaca
  3. Publikasi hasil karya siswa
  4. Meningkatnya gerakan membaca di masyarakat.


dusarikan dari artikel Endang Setiyaningsih
Penggerak WJLRC

Gerakan Literasi Sekolah:

Gerakan Literasi Sekolah:
Apa dan Mengapa

Gerakan Literasi Sekolah merupakan program yang di gulirkan kemendikbud secara Nasional di bawah payung hukum Permendikbud No.23 tahun 2015 tentang penanaman budi pekerti.

Menurut ibu Mia Damayanti, salahsatu proklamator WJLRC, program literasi  ini disebut gerakan karena program ini bukan program jangka pendek tetapi merupakan program jangka panjang yang berkesinambungan dan tidak akan berhenti sebelum literasi membudaya di Indonesia. Selain itu, alasan diberi nama gerakan juga karena program ini membutuhkan orang orang yang terus bergerak dan dinamis untuk terus mau membumikan budaya literasi di Indonesia, khususnya di lingkungan sekolah.

Secara umum Gerakan Literasi Sekolah dilakukan dalam 2 kegiatan yaitu:
1. Gerakan Literasi Sekolah melalui PEMBIASAAN, dengan cara 15 menit pada awal pembelajaran diisi dengan kegiatan pembiasaan berdoa dan membaca buku buku umum. Kemudian PENGEMBANGAN , yaitu literasi pengayaan mata pelajaran tanpa tuntutan akademik. Dan terakhir PEMBELAJARAN, yaitu literasi mata pelajaran dengan tuntutan akademik (misal membaca buku paket pelajaran).
2. READATHON
Yaitu kegiatan  literasi yang diperuntukkan bagi seluruh warga sekolah mulai dari Kepsek sampai pegawai kebersihan sekolah dengan cara membaca serentak selama 42 menit secara senyap. Kegiatan ini bisa dilakukan seminggu sekali dengan waktu sesuai kesepakatan pihak sekolah.
3.SEMARAK Literasi.
Yaitu membaca serentak seluruh warga sekolah dalam waktu yang relatif singkat, waktunya bisa kurang dari waktu program Readathon. Kegiatan ini sebenarnya bukan kegiatan inti darI GLS. Tetapi sangat mendukung tercapainya GLS jika dilakukan secara konsisten.

Khusus di Jawa Barat, untuk merealisasikan  GLS, Gubernur Jabar menantang seluruh pelajar di Jabar untuk menjadi pionir pionir literasi yang mampu menjawab tantangan bapak Gubernur dengan cara membaca buku minimal 12 buku dalam waktu 10 bulan. Program ini merupakan program unggulan literasi Jabar yang diberi nama WJLRC (West Java Leader's Reading Challenge).
Nah untuk mendukung program inilah salah satu alasan dibentuknya penggerak literasi sekolah tingkat kab/kota di Jabar.

Untuk mendukung WJLRC, maka akan dipilih sekolah sekolah yang memiliki syarat untuk mengikuti program ini, yaitu:
1. Sekolah yang berakreditasi A atau nilai akreditasi 90.
2.Memiliki perpustakaan yang mumpuni
3. Diutamakan sekolah yang berstandar Nasional atau sekolah yang pernah menjadi sekolah RSBI. Akan tetapi syarat ketiga ini tidak mutlak.

Di setiap sekolah yang ditunjuk, akan dipilih minimal 2 guru perintis literasi sebagai pembimbing berjalannya program WJLRC dibawah monitoring penggerak literasi kab/kota.

Untuk mengevaluasi jalannya program WJLRC di sekolah, penggerak literasi kab/kota akan melakukan monitoring dan evaluasi minimal 2 kali selama program ini berjalan yaitu 10 bulan, ke sekolah sekolah yang menjadi sasaran program WJLRC.

Bagi peserta yang mampu menjawab tantangan pada program WJLRC, akan mendapatkan medali dan piagam penghargaan dari Bapak Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Mari kita sukseskan program WJLRC untuk jabar yang literat.

Literasi Jabar... SUKSESS
Jabar Literat... Ok
Jabar kahiji.. YES YES YES

#Eti Herawati
#Bogor 040616
#belajar menulis

Mengenal dan Cara Membuat Haiku

Haiku adalah salah satu jenis puisi Jepang yang dianggap sebagai puisi pendek dan berasal dari permainan haikai no renga yaitu permainan puisi berantai, semacam berbalas pantun di Indonesia yang populer pada abad ke-14. Sebelum dan saat zaman Edo (sekitar abad ke-17), istilah haikai maupun hokku, yang berarti bait pertama, lebih banyak digunakan. Baru pada zaman Meiji (sekitar abad ke-19), istilah haiku(berarti bait dari haikai) menjadi populer setelah dilakukan pembaharuan oleh Masaoka Shiki.

Haiku memiliki aturan yang mengikatnya yaitu aturan teikei yang mengharuskan setiap haiku terdiri atas 17 silabel (5,7,5) disertai dengan penggunaankigo.

Kigo adalah kata yang menunjukkan musim kapan haiku tersebut dibuat.

Berikut adalah contoh haiku yang dikutip dari 'Issa Haikushuu' (Maruyama, 2010 : 202) :

「雪とけて村いっぱいの子どもかな」(小林一茶1763-1827)

Yu-ki-to-ke-te / mu-ra-i-p-pa-i-no / ko-do-mo-ka-na (Kobayashi Issa 1763-1827)

(5 silabel / 7 silabel / 5 silabel)

'Salju mencair/ desa pun penuh dengan/ anak-anak'

Kigo dalam haiku di atas terdapat pada kata 雪とけて(yuki tokete) yang berarti 'salju mencair'. Salju yang mencair menunjukkan suasana awal musim semi. Issa menggambarkan keceriaan awal musim semi di desa yang penuh dengan keramaian anak-anak menyambut musim semi setelah berakhirnya musim dingin yang beku.

Masyarakat Jepang sangat terbuka terhadap pengaruh dari luar, tetapi juga selalu berpegang erat pada tradisi bangsanya sendiri sehingga di Jepang bentuk puisi Barat menjadi populer, namun bentuk-bentuk puisi Jepang lama sepertihaiku tetap digemari dan ditulis orang. Menurut Mandah (1992: 19) bentuk kesusastraan tradisional Jepang tetap hidup karena jenis kesusastraan tradisional semacam haiku dianggap sebagai bentuk yang paling cocok mengekspresikan emosi dan gerak hati orang Jepang, dengan 17 silabel (suku kata), orang Jepang bisa mengekspresikan emosi yang dirasakannya.

Cara menulis atau membuat haiku

1. Ketahui struktur suara haiku.

Haiku Jepang aslinya terdiri atas 17 suara, yang terbagi dalam tiga frase: 5 suara, 7 suara, dan 5 suara. Pujangga Inggris mengartikannya sebagai suku kata. Haiku telah berkembang seiring waktu, dan kebanyakan pujangga tidak lagi mengikuti struktur ini, baik dalam bahasa Jepang ataupun English; haiku modern bisa memiliki lebih dari 17 suara, bisa juga hanya satu.

[1]Suku kata Inggris bervariasi panjangnya, sementara dalam bahasa Jepang hampir semuanya pendek. Karena alasan ini, haiku Inggris dengan 17 suku kata bisa lebih panjang dibandingkan haiku Jepang 17 suara, bergeser dari konsep bahwa haiku bertujuan menyaring sebuah gambar dengan beberapa suara. Walau aturan 5-7-5 tidak lagi dianggap baku bagi haiku Inggris, murid-murid di sekolah masih diajari menggunakannya.Berapa banyak jumlah suara atau suku kata yang akan Anda gunakan dalam haiku? Merujuklah ke ide Jepang: haiku mestinya bisa diekspresikan dalam satu tarikan napas. Dalam bahasa Inggris, berarti bisa sepanjang 10-14 suku kata. Perhatikan, contohnya, haiku karya novelis Amerika Jack Kerouac berikut ini:

Snow in my shoe
Abandoned Sparrow's nest
(terjemahan: Salju dalam sepatuku Terabaikan Sarang pipit)


2. Gunakan haiku untuk mendampingkan dua ide. Kata Jepang "kiru", yang berarti "memotong", menyatakan bahwa haiku sebaiknya mengandung dua ide yang berdampingan. Kedua bagian itu mandiri secara tata bahasa, dan biasanya mencerminkan gambar yang berbeda juga. Haiku Jepang umumnya tertulis dalam satu baris, dengan ide-ide berdampingan dan terpisah oleh "kireji", atau kata pemotong, yang membantu mendefinisikan hubungan kedua ide. Kireji biasanya muncul di akhir salah satu frase suara. Tidak ada padanan kata Inggris untuk kireji, jadi kata itu biasa diterjemahkan sebagai titik. Perhatikan dua ide terpisah dalam haiku Jepang karya Bashō berikut ini: how cool the feeling of a wall against the feet — siesta(terjemahan: alangkah sejuk dinding yang ditempeli kaki — tidur siang)

Haiku Inggris paling sering tertulis dalam tiga baris. Ide-ide yang berdampingan (yang harusnya hanya 2) "dipotong" dengan perpindahan baris, tanda baca, atau sekadar spasi. Haiku berikut karya pujangga Amerika Lee Gurga: fresh scent—the labrador's muzzledeeper into snow(terjemahan: aroma segar—moncong labrador makin dalam di salju)

Dalam situasi apa pun, tujuan haiku adalah menciptakan lompatan antara kedua bagian, dan untuk meningkatkan makna puisi dengan menghadirkan "perbandingan internal". Menciptakan secara efektif struktur dua bagian ini boleh jadi tahap tersulit dalam penulisan haiku. Bisa sangat sulit menghindari hubungan yang terlalu jelas maupun jarak yang terlalu besar antara kedua bagian.

Metode 2 dari 4:
Memilih Topik Haiku

1. Saring pengalaman mengharukan.

Haiku aslinya terpusat ke detail-detail lingkungan sekitar yang berkaitan dengan kondisi manusia. Anggaplah haiku sebuah bentuk meditasi yang mengekspresikan gambar atau perasaan objektif tanpa mencantumkan penilaian dan analisis subjektif. Ketika Anda melihat atau menyadari sesuatu yang membuat Anda ingin berkata pada orang lain, "Lihat itu," pengalaman itu mungkin cocok untuk sebuah haiku. Pujangga Jepang awalnya menggunakan haiku untuk menangkap dan menyaring gambar-gambar di alam yang lekas berlalu, misalnya katak lompat ke dalam kolam, tetes hujan menimpa daun, atau setangkai bunga berayun kena angin. Banyak orang yang berjalan-jalan hanya untuk mencari inspirasi untuk puisi mereka; di Jepang dikenal sebagai "jalan-jalan ginkgo".Topik haiku kontemporer bisa saja menyingkir dari alam. Lingkungan kota, emosi, hubungan, bahkan topik-topik humor bisa jadi topik haiku.

2. Cantumkan referensi musim.
Referensi musim atau perubahan musim, dalam bahasa Jepang disebut "kigo", adalah elemen esensial haiku. Referensi itu bisa gamblang, misalnya menggunakan "musim semi" atau "musim gugur" untuk mengindikasikan musim. Bisa juga lebih halus, misalnya dengan menyebutkan wisteria, bunga yang tumbuh di musim panas. Perhatikan kigo dalam haiku karya Fukuda Chiyo-ni berikut ini:morning glory!the well bucket-entangled,I ask for water(terjemahan: morning glory!ember sumur yang terbelit,aku minta air)

3. Ciptakan transisi topik.

Untuk mengikuti ide bahwa haiku sebaiknya mengandung dua ide yang berdampingan, transisikan perspektif akan topik pilihan Anda agar puisi Anda memiliki dua bagian. Misalnya, Anda bisa fokus ke detail seekor semut yang merayap di batang kayu, kemudian mendampingkan gambar itu dengan sudut pandang yang lebih luas akan seluruh hutan, atau musim ketika semut itu berada. Pendampingan itu memberi pujangga makna metaforik yang lebih mendalam daripada menggunakan alam tunggal yang sederhana. Perhatikan puisi karya Richard Wright berikut:Whitecaps on the bay:A broken signboard bangingIn the April wind.
(terjemahan: Ombak memutih sambar teluk Papan penanda yang rusak terayun-ayun Oleh angin April.)

Metode 3 dari 4:
Menggunakan Bahasa Sensorik

1. Jabarkan detail.

Haiku terdiri atas detail-detail yang dicermati oleh kelima indera. Pujangga menyaksikan sebuah peristiwa dan menggunakan kata-kata untuk meringkas peristiwa itu sehingga orang lain memahaminya. Begitu Anda memilih topik haiku, pikirkan detail yang Anda ingin jabarkan. Perhatikan topik itu dan jelajahi pertanyaan-pertanyaan berikut: Apa yang Anda sadari tentang topik itu? Warna, tekstur, dan kontras apa yang Anda cermati?Bagaimana suara topik itu? Tenor dan volume seperti apa yang terjadi dalam peristiwa itu?Apakah topik itu berbau atau berasa? Bagaimana cara Anda menjabarkan apa yang Anda rasakan dengan akurat?

2. Tunjukkan, jangan memberi tahu.

Haiku mengekspresikan momen-momen pengalaman objektif, bukan interpretasi atau analisis subjektif atas peristiwa itu. Anda harus menunjukkan pada pembaca suatu kebenaran tentang keberadaan momen itu, bukan menceritakan emosi yang Anda rasakan akibat peristiwa itu. Biarkan pembaca merasakan emosinya sendiri sebagai reaksi terhadap gambar itu. Gunakan penggambaran bersahaja dan halus. Misalnya, alih-alih menyebut musim panas, fokuskan ke sudut kemiringan matahari atau udara yang berat. Jangan gunakan klise. Baris-baris yang dikenal pembaca, seperti "malam gelap berbadai", cenderung kehilangan kekuatannya seiring waktu. Pikirkan gambar yang Anda ingin jabarkan dan gunakan bahasa sejati imajinatif untuk mengekspresikan makna. Bukan berarti Anda harus menggunakan tesaurus untuk menemukan kata-kata yang tidak lazim. Cukup tuliskan apa yang Anda lihat dan ingin ekspresikan dalam bahasa paling sejati yang Anda ketahui.

Metode 4 dari 4:
Menjadi Penulis Haiku

1. Temukan inspirasi.

Layaknya tradisi pujangga haiku yang hebat, pergilah keluar untuk menemukan inspirasi. Jalan-jalanlah dan serap segala yang ada di sekitar Anda. Detail apa di lingkungan sekitar yang berbicara pada Anda? Apa yang membuatnya menonjol? Bawa buku catatan untuk menyambut inspirasi. Anda tak pernah tahu kapan batu dalam aliran air, tikus meloncati rel kereta, atau deretan awan di atas bukit di kejauhan bisa menginspirasi Anda menulis haiku.Baca karya penulis haiku lainnya. Keindahan dan kesederhanaan bentuk haiku telah menginspirasi ribuan penulis dalam berbagai bahasa. Membaca haiku lain bisa memacu imajinasi Anda.

2. Teruslah berlatih.

Seperti karya seni lainnya, haiku butuh latihan. Bashō, yang dianggap pujangga haiku terhebat sepanjang masa, berkata bahwa tiap haiku harus seribu kali diucapkan oleh lidah. Rancang dan rancang ulang tiap puisi hingga maknanya terekspresikan sempurna. Ingat, Anda tidak harus terikat dengan pola suku kata 5-7-5, dan bahwa sastra haiku sejati melibatkan kigo, struktur pendampingan dua bagian, dan terutama penggambaran sensorik objektif.

3. Berkomunikasilah dengan pujangga lainnya.

Kalau Anda serius ingin memelajari haiku, luangkan waktu untuk bergabung dengan organisasi seperti Haiku Society of America, Haiku Canada, the British Haiku Society, atau--yang ada di Indonesia--Komunitas Asah Pena dan Komunitas Haiku Danau Angsa. Boleh juga Anda berlangganan jurnal haiku terdepan seperti Modern Haiku dan Frogpond untuk belajar lebih jauh tentang karya seni itu.

Tips

Tidak seperti puisi Barat, haiku umumnya tidak berima.Pujangga haiku kontemporer bisa saja menulis puisi yang hanya fragmen pendek dengan tiga kata atau kurang.Haiku berasal dari kata "haikai no renga", puisi kelompok kolaboratif yang biasanya seratus bait panjangnya. Hokku, alias bait pertama, adalah kolaborasi renga yang mengindikasikan musim sekaligus mengandung kata pemotong. Haiku sebagai bentuk puisi mandiri melanjutkan tradisi ini.

Haiku disebut puisi "tidak selesai" karena tiap haiku meminta pembaca untuk menyelesaikannya sendiri dalam hatinya.

HAIKU, SENRYU DAN HAIKU MODERN

Ada yang mengatakan bahwa haiku dan senryu itu, serupa tapi tak sama. Ada juga yang mengatakan bahwa haiku dan senryu itu  berjenis sendiri-sendiri.

Haiku suatu puisi  sangat serius, langitan, kontemplatif , lebih mengutamakan kualitas kata dan kedalaman makna,  terikat dengan kigo ( penanda musim). Sedang  senryu jenis puisi yang lebih santai, humor,  unik, satire dan kritik sosial.

Bagaimana senryu di mata haikus yang panatik dengan haiku klasik seperti  Matsuo Basho (1644–1694), Onitsura (1661–1738), Yosa Buson (1716–1783) dll. Mereka tidak mengakui senryu  adalah haiku. Sebab haiku merupakan bentuk puisi elit yang serius oleh kaum haijin.

Puisi senryu dikembangkan oleh seorang pujangga bernama Karai Senryuu,  seorang pejabat pemerintah di daerah Asakusa Edo (sekarang Tokyo), sebagai kepala desa di depan kuil Ryuhouzia, sebagai seorang hakim di Maekuzuke.  Karai Senryu tidak puas dengan haiku yang ada itu karena bersifat statis dan monoton. Karai keluar dari tradisi haiku itu. Tetapi Sakai tetap berpegang pada prinsif bentuk dasar haiku yakni  terdiri dari tiga baris, berpola 5-7-5 dan berjumlah 17 suku kata. Jenis senryu ini banyak pengikutnya di Jepang.

Haiku yang tumbuh ratusan tahun itu, terjadi pergolakan  yakni adanya  perkembangan  zaman. Muncul seorang haikus bernama Masaoka Shiki (1867-1902) yang merupakan seorang pembaharu yang merevolusionerkan haiku Jepang menjadi haiku modern. Menurut Shiki, haiku harus dibebaskan dari formalisme dan seni yang dibuat-buat.

Kalau kita menelusuri sejarah perkembangan haiku di Jepang maka  Masaoka Shiki sama-sama pembaharu haiku dengan Karai Senryu. Bedanya Masaoka Shiki lebih ekstrim.  Itu pun karya-kaya dari Masaoka Shiki dikataka orang jenis senryu.

Bagaimana haiku yang menyebar ke seantero dunia  ?  Kalau haiku di Negara lain seperti Amerika, Rusia, Italia, Pilipina, Inggris dll.tentu menyesuaikan dengan struktur dan gramatika dari Negara tersebut. Tak ketinggalan juga Indonesia.

Lalu kita bertanya apa beda penyebutan haiku, senryu dan haiku modern ? Setelah melihat perkembangan dari haiku, tidak ada perbedaan yang mendasar antara haiku, senryu dan haiku modern. Sama-sama  memegang  prinsif bentuk dasar haiku yakni  terdiri dari tiga baris, berpola 5-7-5 dan berjumlah 17 suku kata Kecuali haiku modern bisa kepola lain misalnya 5-5-7, 7-5-5 dsb.  Perbedaan haiku, senryu dan haiku modern  tidak begitu mendasar hanyalah terletak pada perluasan garapan objek dan perluasan kigo saja. seperti perluasan suasana, peristiwa dll.**


Salam Haiku Indonesia.

Dikutip dari :

Arsyad Indradi 

Kamis, 14 Juli 2016